1. Mars KNPI
DOWNLOAD
2. UU Kepemudaan
DOWNLOAD
3. Lagu Nasional-Bagimu Negeri
DOWNLOAD
4. Lagu Nasional-Api Kemerdekaan
DOWNLOAD
5. Lagu Nasional-Bangun Pemuda Pemudi
DOWNLOAD
6. Lagu Nasional-Bendera merah Putih
DOWNLOAD
7. Lagu Nasional-Berkibarlah Benderaku
DOWNLOAD
8. Lagu Nasional-Bhineka Tunggal Ika
DOWNLOAD
9. Lagu Nasional-Dari Sabang Sampai Merauke
DOWNLOAD
10. Lagu Nasional-Halo Halo Bandung
DOWNLOAD
11. Lagu Nasional-Hari Merdeka
DOWNLOAD
12. Lagu Nasional-Indonesia Pusaka
DOWNLOAD
13. Lagu Nasional-Indonesia Raya
DOWNLOAD
14. Lagu Nasional-Indonesia Tetap Merdeka
DOWNLOAD
15. Lagu Nasional-Maju Tak Gentar
DOWNLOAD
16. Lagu Nasional-Mars Bambu Runcing
DOWNLOAD
17. Lagu Nasional-Mars Harapan Bangsa
DOWNLOAD
18. Lagu Nasional-Mars Pancasila
DOWNLOAD
19. Lagu Nasional-Rayuan Pulau Kelapa
DOWNLOAD
20. Lagu Nasional-Syukur
DOWNLOAD
21. Lagu Nasional-Tanah Airku
DOWNLOAD
22. Lagu Nasional-Teguh Kukuh Berlapis Baja
DOWNLOAD
INHU, Riau24-- Ratusan warga dan
aktivis bergabung dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Inhu,
menduduki areal kantor DPRD Inhu, Senin (3/2). Aksi tersebut guna mendesak para
legilator Inhu membentuk Panitia Khusus (Pansus) pengusutan pembenaran berita
skandal seks yang diberitakan di media massa.
Pantauan riau24.com, para warga dan aktivis bersama pengurus KNPI Inhu
membangun 4 unit posko yang bertuliskan "Posko Peduli Moral" tepat di
depan gedung DPRD Inhu.
Selain membangun posko, mereka juga membentangkan spanduk yang isinya mendesak
DPRD Inhu membentuk pansus.
"Aksi ini menindaklanjuti penyampaian petisi peduli moral terkait dugaan
kasus skandal seks Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Haji Yopi Arianto ke DPRD
Inhu, beberapa waktu lalu," ujar Ketua KNPI Inhu, Supri Handayani.
Dikatakannya, sejak Ahad, (2/2) warga daerah aliran sungai indragiri bersama
anggota dan pengurus KNPI Inhu sudah menyiapkan lokasi menduduki areal di depan
kantor DPRD Inhu. Selanjutnya, pada Senin (3/2) warga memasang tenda posko
peduli moral dan beberapa spanduk di areal kantor tersebut.
"Posko ini didirikan bersama warga. Rencananya warga dan pengurus serta
anggota KNPI Inhu akan menginap di posko tersebut sampai DPRD Inhu membentuk
pansus pengusutan pembenaran berita terkait dugaan kasus amoral Bupati kami.
Sumber : Riau24.com
INHU, Riau24-- Kantor Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hulu, disegel kain putih oleh massa
yang tergabung dari lembaga adat melayu, aktivis, tokoh agama serta KNPI Inhu,
Kamis (6/2/14).
Langkah ini diambil oleh pengunjuk rasa yang menamakan diri mereka Masyarakat
Peduli Moral, karena setelah empat hari berada di DPRD Inhu dengan mendirikan
tenda, namun anggota DPRD Inhu tak juga kunjung hadir ke kantor mereka.
Pantauan lapangan, masa yang berasal antara lain dari KNPI Inhu, HMI
Inhu, Hikmi, tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR),
Laskar Melayu Bersatu dan berbagai elemen lainnya, sebelumnya melakukan dialog
dengan membentang tikar di teras DPRD Inhu. Ternyata di kantor wakil rakyat
tersebut, ada tiga orang anggota DPRD Inhu yang hadir yakni ketua fraksi
Demokrat plus, Adila Ansori, Hayati dan Irwantoni, yang kemudian bergabung
dengan masa yang duduk bersila dan ikut doa bersama serta menyaksikan
penyegelan.
Ketua KNPI Inhu, Supri Handayani mengungkapkan, penyegelan itu mereka lakukan,
karena seakan anggota DPRD Inhu tidak menggubris Petisi yang telah mereka
sampaikan pada minggu yang lalu. “Selain itu, DPRD saat itu berjanji akan
membentuk Pansus terkait petisi yang disampaikan tersebut dan mereka berjanji
akan terebntuk dalam tiga hari, namun hingga saat ini belum juga terbentuk,
bahkan mereka tidak satupun ada ditempat, tegas pria yang biasa disapa Ando tersebut.
Dikatakannya, negeri saat iini sedang diobrak-abrik melalui pemberitaan tentang
pimpinan daerah, namun tidak ada yang peduli dengan itu, makanya masa datangi
DPRD Inhu untuk mempertanyakan masalah pemberitaan tersebut, benar atau
tidaknya, namun hasilnya DPRD juga seakan tidak peduli dengan marwah Inhu ini.
Ditegaskan juga oleh Ando, tuntutan yang diajukan, bukanla untuk
memojokkan siapapun juga, tetapi lebih pada untuk mencari kebenaran, agar
ada kepastian tentang kebenaran berita yang muncul di beberapa media tersebut.
Sementara itu, Irwantoni mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya sangat
mendukung apa yang dilakukan oleh pemuda dan masyarakat ini, namun secara
kelembagaan untuk membentuk Pansus tersebut ada mekanisme yang harus dijalankan
dan yang berhak untuk mengumpulkan fraksi yang ada di DPRD Inhu adallah
ketua DPRD Inhu, namun saat ini ketua DPRD Inhu sedang menjalankkan ibadah
umroh.
Sekretaris LAMR, Ali Fahmi mengungkapkan, saat penyapaian petisi, saat
itu Arif Ramli sebagai ketua DPRD Inhu berjanji pada Senin (3/2) akan
mengumpulkan fraksi untuk membicarakan pembentukan Pansus tersebut, namun pada
kenyataannya, dia malah tiba-tiba Umroh.
“Sementara berita terus muncul dan bahkan akhir-akhir ini efeknya kepada rumah
tangga PNS yang namanya disebut-sebut dalam pemberitaan, bahkan PNS
tersebut tidak lagi masuk kantor. Inikan sudah mulai berimbas kepada orang
lain, tambahnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat, Adila Ansori menegaskan bahwa tiga fraksi
secara lisan sudah memberikan dukungan untuk pembentukan Pansus, namun tentu
menunggu dari pimpinan DPRD.
“Kami akan buat surat kepimpinan terkait Pansus ini dan saya juga sarankan
kepada dua fraksi lainnya untuk melakukan hal yang sama, ucap Adila.
Kasubag Humas Setwan, Rengga Bramantika mengungkapkan bahwa dirinya tidak
memiliki jadwal pasti keberangkatan anggota DPRD Inhu dalam satu tahun ini.
“Untuk perjalanan saat ini sampai hari Rabu dan saat ini mereka dalam
perjalanan menuju Indragiri Hulu," jelasnya.
“Kita tunggu kedatangan mereka besok (Jumat, 7/2) dan kita akan tanyakan
komitmen mereka untuk hal ini dan kita akan lihat mana anggota DPRD Inhu
yang datang dan siap mendukung untuk pembentukan Pansus. Jika ada yang tidak
datang, lebih baik mereka tidak lagi dipilih," tegas Ando.
Sumber : riau24.com