Senin, 24 Februari 2014

Mandulnya DPRD INHU

Mandulnya DPRD INHU 
Oleh : Supri Handayani, SE

Telah berlalu sekian lamanya sejak berita dugaan kasus amoral/asusila yang dilakukan oleh Bupati Indragiri Hulu H. Yopi Arianto, SE seperti tidak mendapat prioritas bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indragiri Hulu. Ini mengundang keprihatinan bagi kita bersama karena seolah-olah kita tidak lagi hidup pada lingkungan masyarakat yang beradab, perbuatan asusila menjadi seperti dilegalkan karena terbukti lembaga politik seperti DPRD INHU sebagai lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya digarda terdepan menampung dan menyalurkan aspirasi Rakyat belum bergeming.
DPRD Inhu yang seharusnya mampu berbuat lebih banyak ternyata masih jauh dari ekspektasi awal, karena sejauh ini belum ada satupun keputusan yang ditelurkan dalam bentuk sikap politik DPRD terhadap dugaan kasus amoral/asusila yang dilakukan oleh Pimpinan Lembaga Eksekutifnya H. Yopi Arianto, SE sebagai Bupati Indragiri Hulu. Ini adalah fakta nyata bahwa tidak ada Political Will dari para legislator yang seharusnya bekerja dan berbuat untuk sebesar-besarnya bagi rakyatnya, mengingat posisinya adalah sebagai seorang wakil rakyat, seharusnya mereka peka terhadap kondisi yang ada, sekalipun tanpa ada desakan dari rakyat, apalagi bila masalah ini memang sudah rakyat yang berkehendak, Jelas-jelas ini potret kinerja yang sungguh mengecewakan bagi kami sebagai rakyat.
Tanggal 10 Februari 2014 seharusnya menjadi momentum bagi  DRPD Inhu unuk menunjkkan keseriusan dan kinerjanya dalam memperjuangkan aspirasi rakyatnya, apalagi aspirasi ini bukanlah merupakan masalah yang biasa, melainkan masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus dan sesegera mungkin mengingat begitu besarnya dampak yang akan terjadi bila dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian yang tepat dan cepat dari lembaga yang berkompeten seperti DPRD Inhu. Namun, sepertinya ini hanya menjadi keresahan dan kegelisahan kami saja sebagai rakyat biasa, dan seolah dianggap hal biasa yang sangat lumrah oleh DPRD Inhu. Tentu kondisi ini menambah preseden buruk dan kinerja negatif para legislator yang sedang duduk di DPRD Inhu.
Setelah disepakati dan berjanji untuk menindak lanjuti aspirasi masyarakat terkait Petisi Peduli Moral yang disampaikan beberapa waktu lalu di Depan Gedung DPRD Inhu, hingga kini belum jelas bentuk keseriusan dari para Anggota Dewan yang terhormat, terbukti telah dua kali diagendakan dalam Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Inhu ternyata selalu kandas di tengah jalan, karena setiap diagendakan rapat selalu ada saja anggota dewan yang tidak hadir mengikuti rapat bamus, sehingga rapat tidak bisa menghasilkan apapun karena tidak kuorum.
Sebelum pertumpahan darah benar-benar terjadi, sebelum rakyat menjatuhkan hukuman menurut caranya sendiri, sebelum segalanya menjadi terlambat, maka dengan ini kami sampaikan sekali lagi kepada bapak/Ibu dewan yang terhormat untuk berfikir kembali secara sehat dan jernih terhadap dampak yang akan terjadi bila bapak-ibu dewan yang terhormat memilih bugkam, memilih acuh tak acuh terhadap kondisi yang terjadi hari ini, semoga apa yang kami sampaikan bukan hanya menjadi keresahan kami saja sebagai rakyat jelata, tetapi juga menjadi keresahan para anggota dewan yang sampai hari ini masih memilih untuk membisu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar